SAMARINDA – Akhir Februari 2015, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim menggagalkan peredaran sabu-sabu seberat 2 kilogram. Barang haram senilai Rp 5 miliar tersebut diselundupkan Amsur alias Ansar (32). Kemarin (22/10), Ansar kembali disidang di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda.
 

Cap penyelundup narkoba kelas kakap tak tersisa dari laki-laki asal Tarakan, Kaltara, itu. Wajah lesu Ansar saat di kursi pesakitan tersebut beralasan. Dia dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tina dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim.
 

Dalam tuntutannya, Tina menjerat Ansar dengan Pasal 114 Jo 132 UU Narkotika tahun 2009. “Hal yang memberatkan terdakwa adalah residivis dengan kasus yang sama,” ujarnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Yuli Effendi tersebut.
 

Selain itu, kata Tina, dalam pemeriksaan penyidik, selain menjadi aktor penyelundupan sabu asal Malaysia, terdakwa menjadi aktor di balik peredaran narkoba di dalam penjara.
 

Atas tuntutan JPU pada Kamis (22/10) pekan depan, Ansar diberi kesempatan mengajukan pledoi. Sehabis persidangan, laki-laki bertubuh tegap itu langsung dikawal anggota BNN Kaltim. Awak media tak mendapat kesempatan mewawancarai Ansar.
 

Diketahui, dia ditangkap di sekitar Kompleks Perumahan Citra Griya, Jalan Adam Malik, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Jumat (20/2) petang lalu. Barang haram di tangannya dipecah dalam 12 paket. Yakni, satu poket seberat 1 kg, satu poket seberat 500 gram, dan 10 paket kecil lain dengan total 500 gram.
 

Uniknya, barang haram tersebut berhasil lolos dari pemeriksaan x-ray di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan. Kemungkinan karena disimpan di antara tumpukan bahan makanan. Ansar diduga kuat adalah pelaku lama yang sudah empat kali pulang-pergi Tarakan-Samarinda. Barang yang dia bawa sebelumnya juga rata-rata sebanyak itu.
 

Kalau nantinya benar-benar divonis hukuman mati, Ansar menjadi gembong narkoba kedua asal Kaltim yang divonis hukuman terberat tersebut. Sebelumnya, Amir Aco, pengedar narkoba jaringan internasional yang divonis mati oleh PN Makassar. (*/fch/kri/k8)
 

sumber : KALTIMPOST.co.id