TANA PASER –  Setelah berkas empat dari sembilan tersangka (SA, LO, Tr, dan Si) kasus dugaan korupsi pembangunan Bandara Paser di Desa Rantau Panjang, Tanah Grogot, dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kaltim, Ditkrimsus Polda Kaltim kembali melimpahkan berkas tersangka lain, berinisial LW ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim dan segera disidangkan di Pengadilan Tipikor di Samarinda.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kombes Pol Rosyanto Yudha Hermawan, melalui Kasubdit III Tipikor Ditkrimsus Polda Kaltim, AKBP Feri Jaya Satria didampingi Kanit I Tipikor Polda Kaltim Kompol Ida Bagus Widwan Sutadi, membenarkan bahwa berkas LW sudah tahap dua dan dilimpahkan ke kejaksaan. Tersangka juga akan ditahan di Rutan Samarinda untuk mengikuti persidangan di Pengadilan Tipikor Samarinda.

“Dengan dilimpahkannya berkas LW, berarti lima berkas tersangka sudah lengkap dan sudah dilimpahkan ke kejaksaan tinggi,” ujar AKBP Feri Jaya diamini Kompol Sutadi, kemarin.

Ditanya terkait empat berkas tersangka lainnya, AKBP Feri Jaya mengatakan, untuk tiga tersangka (RP, HS, dan SB) masih menjalani sidang kasus korupsi di sejumlah daerah berbeda. Sementara, satu tersangka lagi berinisial BP masih menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah ketiganya divonis, penyidik Polda Kaltim akan berkoordinasi dengan menkumham untuk memindahkan para tersangka ke Rutan Balikpapan untuk memudahkan proses penyidikan.

“Penyidikan terhadap tiga tersangka akan tetap berjalan. Selesai vonis, kita lanjut sidang dengan kasus bandara. Jadi nantinya mereka menjalani dua hukuman berbeda. Sedangkan, salah satu tersangka berinisial BP, masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Feri Jaya singkat.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Paser Pos di lapangan, tiga tersangka lain belum bisa “dipinjam” oleh Polda Kaltim, karena masih menjalani kasus pidana di sejumlah daerah yang berbeda. Seperti tersangka dengan inisial RP yang ditahan di Rutan Cipinang, HS ditahan di Rutan Banten, dan SB yang ditahan di Rutan Gorontalo. Sedangkan, BP kabarnya dilakukan penangguhan penahanan karena mengidap penyakit gagal ginjal parah, sehingga harus menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Balikpapan.

Diberitakan sebelumnya, menurut sumber Paser Pos di Kejaksaan Negeri Tanah Grogot, berkas yang dilimpahkan Kejaksaan Tinggi Kaltim ke Kejaksaan Negeri Tanah Grogot, karena locus delicti (tempat terjadinya peristiwa)-nya di Kabupaten Paser. Namun, untuk sidangnya tetap akan digelar di Pengadilan Tipikor Samarinda. Berkas pun sudah didaftarkan untuk disidangkan. “Kalau tidak ada halangan, minggu kedua Juni 2016 kasus ini mulai disidangkan,” ujar sumber tadi.

Modus dugaan tindak pindana Korupsi yang terjadi di Bandara Paser, para tersangka membuat laporan tidak sesuai fakta di lapangan, menyetujui progres fiktif sehingga timbul kerugian negara. Maret 2015, penyidik mulai menyelidiki kasus tersebut. Untuk mengumpulkan barang bukti, penyidik Ditkrimsus menggeledah sejumlah kantor SKPD yang ada di Paser seperti Kantor Dishub Paser, Bapeeda Paser, serta sejumlah ruangan yang ada di Sekretariat Pemkab Paser dan mengamankan sejumlah dokumen terkait pembangunan bandara di Desa Rantau Panjang. (ian/rus/k1)

 

Sumber : http://balikpapan.prokal.co/read/news/191452-berkas-lw-dilimpahkan-ke-kejati-kaltim.html